3 Cara Psikologis yang Digunakan Pelaku Ransomware untuk Memanfaatkan Ketakutan Anda

Redaksi Daerah - Senin, 08 Juli 2024 09:31 WIB
3 Trik Psikologis yang Digunakan Pelaku Ransomware untuk Mengeksploitasi Ketakutan Anda (Freepik.com)

JAKARTA - Era digital seperti saat ini adanya serangan ransomware telah menjadi suatu hal yang menakutkan. Software berbahaya ini dapat menyusup ke sistem komputer, mengunci file dari pengguna, lalu pelaku akan meminta pembayaran tebusan dengan imbalan dekripsi file tersebut.

Konsekuensi dari serangan ransomware dapat sangat menghancurkan, menyebabkan kerugian finansial yang sangat besar, gangguan operasional, dan kehancuran reputasi.

Oleh karena itu, selain dengan lebih waspada, Anda bisa mengetahui trik psikologis yang digunakan oleh kelompok pelaku ransomware untuk mengeksploitasi ketakutan dan ketidakpastian yang Anda alami.

Taktik Psikologis yang Disebarkan Grup Ransomware untuk Mengancam Korban

Taktik Psikologis yang Disebarkan Grup Ransomware untuk Mengancam Korban

Seperti yang dilansir dari Gizchina, kelompok pelaku ransomware tidak hanya terampil dalam hal teknologi, tapi mereka juga mahir memanipulasi psikologi manusia, seperti berikut ini.

1. Menimbulkan Rasa Urgensi

Serangan ransomware sering datang dengan countdown batas terakhir pembayaran yang akan membuat korban tertekan untuk membuat keputusan secara tergesa-gesa tentang membayar uang tebusan. Tekanan ini akan membuat penilaian korban jadi kabur sehingga korban harus mengambil keputusan secara terburu-buru.

2. Mengancam Menyebarkan Data

Banyak kelompok ransomware mencuri data yang tidak dienkripsi dan mengancam untuk merilisnya secara publik jika tebusan yang mereka minta tidak segera dibayarkan. Hal ini dapat menjadi pukulan telak bagi pelaku bisnis, merusak reputasi mereka, dan berpotensi menyebabkan munculnya denda.

3. Intimidasi

Kelompok ransomware dapat menargetkan infrastruktur vital dan lembaga publik yang akan mengganggu layanan penting sehingga menimbulkan kepanikan yang meluas. Hal ini dapat menyebabkan para korban jadi tidak berdaya dan lebih mungkin menyerah pada tuntutan yang diberikan oleh pelaku ransomware.

Itu tadi beberapa trik psikologis yang akan digunakan pelaku ransomware untuk mengancam korban. Ransomware memang merupakan ancaman yang berat, tapi tidak dapat diatasi. Oleh karena itu, perlu menerapkan berbagai strategi pertahanan berlapis yang menggunakan pendekatan teknis, berpihak pada pengguna, maka pelaku bisnis atau organisasi dapat secara signifikan mengurangi risiko menjadi korban serangan ransomware. Strategi yang bisa dilakukan juga berupa melakukan pencadangan, pembaruan perangkat lunak, mendidik pengguna, dan rencana respon insiden yang kuat agar lebih tanggung melawan ransomware.

Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh pada 08 Jul 2024

Editor: Redaksi Daerah

RELATED NEWS