5 Kesalahan Finansial yang Sering Terjadi Saat Punya Anak dan Cara Menghindarinya

Redaksi Daerah - Selasa, 25 Juni 2024 10:48 WIB
5 Kesalahan Finansial yang Perlu Dihindari Saat Punya Anak (Pixabay)

JAKARTA - Mengelola keuangan adalah salah satu keterampilan hidup yang harus Anda kuasai. Hal ini karena dengan kemampuan pengelolaan keuangan yang baik, maka kondisi finansial Anda bisa tetap terjaga.

Mengutip Konvensi Hak-Hak Anak yang diratifikasi hampir semua negara di dunia, ada empat kategori hak anak yang harus dipenuhi oleh orang tua dan seluruh komponen bangsa.

Pertama, hak kelangsungan hidup, yaitu hak untuk melestarikan dan mempertahankan hidup serta memperoleh standar kesehatan tertinggi dan perawatan yang terbaik.

Kedua, hak perlindungan, yaitu hak untuk dilindungi dari diskriminasi, eksploitasi, kekerasan, dan keterlantaran.

Ketiga, hak tumbuh kembang, yaitu hak untuk memperoleh pendidikan dan mencapai standar hidup yang layak bagi perkembangan fisik, mental, spiritual, moral, dan sosial.

Keempat, hak berpartisipasi, yaitu hak untuk menyatakan pendapat dalam segala hal yang mempengaruhi anak.

Kesalahan Finansial yang Sering Dilakukan Orang Tua

Di tengah kebahagiaan yang dirasakan ketika si buah hati lahir, tidak sedikit orang tua muda yang terkejut dengan lonjakan pengeluaran keuangan.

Hal ini wajar mengingat anak memiliki hak yang penuh sebagai manusia kecil yang sangat memerlukan perlindungan dan pengasuhan terbaik dari orang tua.

Kekagetan para orang tua muda perihal lonjakan pengeluaran ini memunculkan anggapan umum bahwa memiliki anak itu mahal.

Dengan pengaturan yang tepat, urusan finansial seputar anak seharusnya tidak perlu menjadi masalah yang pelik.

Salah satu cara untuk menghindari kepelikan tersebut adalah dengan memastikan Anda dan pasangan mengelola keuangan rumah tangga dengan baik. Berikut adalah lima kesalahan umum yang sering dilakukan para orang tua muda dan cara menghindarinya:

1. Tidak Memiliki Asuransi Jiwa

Menjadi orang tua artinya Anda kini memiliki tanggungan jiwa, yaitu anak. Secara finansial, anak bergantung pada Anda karena dia masih terlalu kecil untuk bisa produktif secara keuangan.

Oleh karena itu, penting untuk memiliki asuransi jiwa guna mengelola risiko finansial yang mungkin terjadi ketika pencari nafkah keluarga meninggal dunia.

Asuransi jiwa tidak bisa mencegah kematian, tetapi bisa memperkecil guncangan keuangan keluarga saat pencari nafkah utama meninggal dunia.

Ini termasuk mengamankan kebutuhan finansial untuk kesejahteraan si kecil. Mengabaikan pentingnya asuransi jiwa bisa menjadi kesalahan finansial fatal.

2. Menunda Rencana Dana Pendidikan Anak

Kesalahan berikutnya adalah menunda perencanaan dana pendidikan anak. Banyak orang tua muda bersikap santai karena menganggap kebutuhan dana sekolah anak masih lama.

Padahal, semakin awal mempersiapkan dana pendidikan anak, semakin ringan beban dalam mengumpulkan dananya. Anda bisa memulai dengan investasi di produk keuangan jangka panjang seperti reksa dana, emas, saham, dan properti.

3. Tidak Menambah Dana Darurat

Pentingnya dana darurat untuk mendukung keuangan yang baik harus dipahami. Ketika masih lajang, kebutuhan dana darurat belum terlalu banyak, hanya sekitar tiga kali pengeluaran rutin bulanan.

Setelah menikah, kebutuhan dana darurat meningkat menjadi minimal enam kali pengeluaran rutin bulanan. Begitu memiliki anak, Anda harus menambah porsi dana darurat keluarga menjadi minimal sembilan kali pengeluaran rutin. Dana darurat penting untuk mengantisipasi kondisi darurat yang membutuhkan dana tunai segera.

4. Tidak Melengkapi Asuransi Kesehatan

Saat menikah, mungkin Anda sudah memiliki kepesertaan jaminan sosial BPJS Kesehatan bersama pasangan. Anda juga mungkin memiliki perlindungan asuransi kesehatan komersial dalam satu polis.

Jangan lupa menambahkan nama anak dalam daftar tertanggung asuransi kesehatan keluarga. Banyak orang tua muda mengabaikan hal ini karena terlalu sibuk dengan hal lain.

Proteksi kesehatan untuk anak sangat penting karena anak-anak relatif rentan ketahanan tubuhnya dan risiko jatuh sakit cukup besar.

5. Terlalu Boros Berbelanja untuk Anak

Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak mereka. Namun, memastikan hal terbaik bagi anak tidak harus mahal.

Banyak orang tua terjebak tidak bisa membedakan kebutuhan anak dan tuntutan gaya hidup. Misalnya, imunisasi adalah kebutuhan penting anak demi perlindungan kesehatan mereka.

Asupan makanan terbaik seperti ASI dan makanan pendamping ASI juga penting, namun tidak harus mahal. Makanan lokal bergizi juga bisa menjadi pilihan tepat.

Mainan edukatif penting untuk stimulasi perkembangan anak, tetapi tidak berarti semua mainan berlabel edukatif perlu dibeli. Selektiflah dalam memilih mana yang penting dan mana yang bisa ditunda.

Dengan menghindari lima kesalahan umum tersebut, Anda bisa membangun masa depan finansial terbaik untuk keluarga Anda.

Mengelola keuangan dengan bijak tidak hanya mendukung kesejahteraan anak, tetapi juga memastikan stabilitas finansial keluarga.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Idham Nur Indrajaya pada 23 Jun 2024

Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh Redaksi pada 25 Jun 2024

Editor: Redaksi Daerah

RELATED NEWS