Elon Musk Tampak Kenakan Batik Bomba di WWF 2024, Ini Maknanya

Redaksi Daerah - Senin, 27 Mei 2024 16:56 WIB
Makna Filosofi Batik Bomba yang Dikenakan Elon Musk di WWF 2024 (rutanpalu.kemenkumham.go.id)

JAKARTA - Elon Musk, CEO SpaceX dan Tesla, baru-baru ini kembali mencuri perhatian publik. Hal ini karena Elon Musk terlihat hadir di acara World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali. Kali ini, bukan hanya karena gagasan-gagasannya yang futuristik, tetapi juga karena batik yang ia kenakan.

Musk terlihat mengenakan batik berwarna hijau bermotif Bomba, motif khas Tenun Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng). Batik ini sebelumnya juga pernah dikenakannya saat acara B20 Summit di Bali pada November 2022.

Dilansir dari rutanpalu.kemenkumham.go.id, pada Jumat, 24 Mei 2024, penampilan Musk dengan Batik Bomba disambut antusias oleh berbagai pihak, termasuk Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Sulteng.

Kepala Kanwil Kemenkumham Sulteng, Hermansyah Siregar, menyatakan hal ini membuktikan bahwa kekayaan intelektual (KI) Sulteng, khususnya Batik Bomba, sudah mendunia.

Elon Musk di WWF 2024. (rutanpalu.kemenkumham.go.id)

“Ini merupakan kebanggaan bagi Sulteng. Batik Bomba yang merupakan Indikasi Geografis Kekayaan Intelektual kita, kini sudah dikenal dan dipakai oleh tokoh dunia seperti Elon Musk,” ujar Hermansyah Siregar.

“Kami akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya melindungi KI. Kami juga akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memperkenalkan KI Sulteng ke dunia internasional,” tandasnya.

Motif-motif dalam batik Bomba bervariatif, semuanya berasal dari kebudayaan lokal dan memiliki karakteristik unik, termasuk sambulugana, rumah adat (souraja), motif burung maleo, motif bunga merayap, motif resplang, motif ventilasi, dan motif ukuran rumah adat Kaili.

Saat ini, warna-warna seperti kuning, merah, orange, dan hijau terang sering digunakan, bahkan menjadi ciri khas dari Batik Bomba. Elon Musk terlihat mengenakan salah satu Batik Bomba berwarna hijau tosca terang.

Lantas, sebenarnya apa sih makna dan filosofi dalam batik yang dikenakan Elon Musk itu?

Makna dan Filosofi yang Terkandung dalam Batik Bomba

Berikut makna dan filosofi batik Bomba yang dikenakan Elon Musk:

Kesederhanaan dan Keanggunan

Pola-pola dalam batik bomba yang sederhana dan anggun, mencerminkan kehidupan masyarakat Sulawesi Tengah yang sederhana namun tetap menjaga keindahan dan keanggunan dalam keseharian mereka. Batik ini juga sering dikenakan dalam acara-acara sukacita.

Harmoni dengan Alam

Motif-motif pada batik bomba banyak terinspirasi dari alam sekitar, seperti flora dan fauna lokal. Hal ini melambangkan hubungan harmonis masyarakat dengan alam serta penghargaan mereka terhadap lingkungan.

Simbol Keberanian dan Kekuatan

Beberapa motif dalam batik bomba mencerminkan elemen-elemen yang menunjukkan keberanian, kekuatan, dan semangat juang sesuai dengan karakteristik masyarakat Sulawesi Tengah yang terkenal tangguh dan pemberani.

Kearifan Lokal

Setiap motif dalam batik bomba memiliki cerita dan filosofi yang unik, yang diwariskan turun-temurun dari generasi ke generasi. Hal ini mencerminkan kearifan lokal dan pengetahuan tradisional yang kaya, yang terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat.

Identitas Budaya

Batik Bomba merupakan salah satu ekspresi dari identitas budaya masyarakat Sulawesi Tengah. Melalui batik ini, mereka mengekspresikan kebanggaan terhadap warisan budaya dan sejarah daerah mereka, sekaligus berusaha untuk menjaga dan mempromosikan kekayaan budaya ini kepada dunia luar.

Batik bomba bukan hanya sebuah kain dengan motif indah, tetapi juga menjadi media untuk mengkomunikasikan nilai-nilai budaya, sejarah, dan filosofi hidup masyarakat Sulawesi Tengah.

Penampilan Elon Musk dengan Batik Bomba diharapkan dapat menjadi kesempatan untuk meningkatkan popularitas batik ini kancah internasional. Hal ini juga dapat memberikan peluang bagi para pengrajin batik di Donggala untuk meningkatkan penjualan mereka.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Distika Safara Setianda pada 24 May 2024

Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh Redaksi pada 27 Mei 2024

Editor: Redaksi Daerah

RELATED NEWS