Ini Dampak dari Kebocoran Data untuk Pribadi dan Perusahaan

Redaksi Daerah - Senin, 08 Juli 2024 12:58 WIB
Dampak Kebocoran Data Bagi Pribadi dan Perusahaan (Freepik)

JAKARTA – Kemajuan teknologi yang pesat di era digital saat ini telah memberikan banyak manfaat. Namun, di balik kemajuan tersebut, terdapat sisi negatif yang harus Anda waspadai seperti meningkatnya kejahatan siber, salah satunya adalah kebocoran data.

Baru-baru ini, masyarakat dikejutkan oleh kebocoran data pribadi di Data Nasional Indonesia (PDN). Kebocoran data adalah situasi di mana informasi yang seharusnya dijaga kerahasiaannya, baik secara tidak sengaja maupun disengaja, terbuka ke publik. Kebocoran data dapat mencakup berbagai jenis informasi, termasuk data pribadi, informasi perusahaan, atau rahasia dagang.

Tidak sampai di situ, data-data tersebut akan tersebar di forum-forum gelap di internet dan dijual oleh para pelaku kejahatan siber. Lantas, apa saja dampak kebocoran data bagi pribadi dan perusahaan?

Dampak Kebocoran Data Bagi Perorangan

1. Berisiko Menjadi Korban Penipuan dan phising

Data pribadi yang bocor dapat berakhir di tangan pihak yang tidak bertanggung jawab, meningkatkan risiko menjadi sasaran penipuan. Modus penipuan sering kali menggunakan telepon, SMS, obrolan, atau e-mail. Tidak jarang beberapa orang sering kali memberikan informasi spesifik yang dapat dimanfaatkan untuk kejahatan.

Ini berdampak memberikan informasi finansial atau bahkan data pribadi dari orang-orang yang Anda kenal dapat memungkinkan penipu untuk mengeksploitasi mereka sebagai korban selanjutnya dalam kejahatan yang serupa.

2. Menerima Banyak Spam

Pasti Anda pernah menerima pesan, e-mail, atau telepon dari pihak yang tidak Anda kenal, bukan? Jika ya, kemungkinan besar data pribadi Anda telah tersebar.

Meskipun tidak semua spam berbahaya, hal itu sangat mengganggu dan merugikan. Selain mengganggu waktu, spam juga dapat menyebabkan kerugian lain seperti memenuhi penyimpanan inbox e-mail, chat, atau SMS. Lebih lanjut, volume spam yang tinggi juga dapat menghalangi akses ke pesan atau e-mail yang sebenarnya lebih penting.

3. Penyalahgunaan Identitas

Penyalahgunaan identitas dapat terjadi dalam dua bentuk utama. Pertama, menggunakan identitas sebagai modus penipuan. Banyak modus phising yang berpura-pura menjadi orang yang dikenal oleh targetnya. Hal ini membuat korban lebih rentan untuk percaya pada penipu.

Kedua, data pribadi kita dapat disalahgunakan untuk mengajukan pinjaman online (pinjol). Banyak kasus di mana korban penyalahgunaan identitas dihadapkan pada tuntutan pembayaran dari agen pinjaman online karena data mereka digunakan untuk mengajukan pinjaman. Selain kerugian finansial, hal ini juga dapat memberikan dampak psikologis yang serius karena tekanan dan ketakutan yang dialami korban.

4. Pembobolan Rekening Bank

Pembobolan rekening bank tidak hanya berfokus pada nama, nomor telepon, e-mail, dan nomor identitas, tetapi juga mencakup informasi sensitif seperti kredensial rekening bank.

Pelaku peretas menggunakan berbagai metode untuk memperoleh informasi ini, sering kali dengan cara membuat korban secara sukarela memberikan detail keuangan mereka. Setelah memperoleh akses, pelaku dapat dengan bebas menguras rekening korban tanpa korban sadari.Top of Form

Dampak Kebocoran Data Bagi Perusahaan

Berikut dampak kebocoran data bagi perusahaan, antara lain:

1. Kerugian Reputasi

Di era digital ini, reputasi suatu perusahaan tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk dan layanan, tetapi juga kemampuan perusahaan dalam menjaga kerahasiaan data pelanggan dan karyawan.

Menurut survei yang dilakukan Vanson Bourne, 76% dari 2000 responden mengatakan mereka akan berhenti menggunakan layanan dari perusahaan yang sering mengalami kebocoran data. Hasil survei menunjukkan, kebocoran data dapat memiliki dampak yang sangat serius.

Penurunan reputasi dan kepercayaan pelanggan dapat mengakibatkan penurunan produktivitas perusahaan, serta memberikan kesempatan bagi pesaing untuk mengambil alih pasar.

Kebocoran data juga dapat mengancam reputasi perusahaan di mata pelanggan, mitra, dan investor. Dampaknya meliputi penurunan kepercayaan dan loyalitas pelanggan, kehilangan mitra bisnis, serta penurunan nilai saham perusahaan.

2. Kerugian Finansial

Kebocoran data dapat mengakibatkan kerugian finansial bagi perusahaan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Langsungnya mencakup biaya untuk memulihkan data yang hilang, mengganti kerugian kepada pelanggan atau mitra yang terkena dampak, serta membayar denda kepada regulator.

Dampak tidak langsungnya mencakup penurunan pendapatan, kenaikan biaya operasional, dan penurunan produktivitas.

3. Mengeluarkan Biaya Besar

Jika kebocoran data karena serangan peretas atau hacker, itu menunjukkan adanya kerentanan atau vulnerability dalam infrastruktur Cloud perusahaan. Oleh karena itu, untuk mencegah kejadian serupa terulang, perusahaan perlu harus cepat menangani dan memperbaiki masalah keamanan tersebut.

Proses pemulihan ini tidak hanya memakan waktu tetapi juga biaya yang signifikan bagi perusahaan yang telah mengalami kerugian. Perbaikan infrastruktur memerlukan biaya yang cukup besar.

4. Memberi Celah Kompetitor

Selain daftar pelanggan dan informasi karyawan, data lain seperti hasil riset, strategi bisnis, ide bisnis, informasi keuangan, dan lainnya merupakan aset berharga yang menjadi target peretas.

Apabila data-data tersebut jatuh ke tangan kompetitor, ini dapat membuka celah bagi mereka untuk satu langkah lebih maju. Ini berdampak merugikan perusahaan dari segi effort, waktu, dan momentum yang diperlukan untuk mengatasi kerugian tersebut.

5. Kerugian Operasional

Kebocoran data dapat mengakibatkan gangguan operasional bagi perusahaan, seperti gangguan pada sistem informasi, layanan pelanggan, dan rantai pasokan.

Itulah dampak kebocoran data bagi pribadi dan perusahaan. Maka dari itu, Anda harus selalu waspada untuk menjaga kerahasiaan data pribadi Anda.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Distika Safara Setianda pada 07 Jul 2024

Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh Redaksi pada 08 Jul 2024

Editor: Redaksi Daerah

RELATED NEWS