Inilah 8 Destinasi Slow Travel yang Wajib Dikunjungi

Redaksi Daerah - Selasa, 21 Mei 2024 20:57 WIB
8 Rekomendasi Destinasi Wisata untuk Slow Travel (Hotels Club)

JAKARTA – Tampak konsep travel kerap mengalami perubahan. Akhir-akhir ini konsep slot travel terlihat sering jadi perbincangan dan menarik minat banyak orang.

Konsep Slow Travel atau perjalanan santai adalah filosofi perjalanan yang menekankan pengalaman yang mendalam, menjelajah dengan tempo yang lebih lambat, dan interaksi yang lebih dalam dengan budaya lokal. Ini merupakan pendekatan perjalanan yang berbeda, yang menempatkan nilai kualitas di atas kuantitas.

Dalam keterangan resmi Agoda di Jakarta, pada Rabu, 15 Mei 2024, penelusuran terkait slow travel telah meningkat tiga kali lipat dalam lima tahun terakhir, menurut Google Trends.

“Di dunia yang serba cepat saat ini, banyak wisatawan menyadari keinginan untuk memanfaatkan liburan mereka dengan beristirahat sejenak dari kesibukan sehari-hari dan menjalin hubungan yang lebih dalam dengan orang-orang dan tempat-tempat yang mereka kunjungi,” papar Senior Country Director Indonesia di Agoda Gede Gunawan.

Ini beberapa rekomendasi tempat yang cocok bagi masyarakat untuk melakukan slow travel, di antaranya adalah sebagai berikut.

Rekomendasi Destinasi Wisata Slow Travel

1. Khao Lak, Thailand

Surganya surfing ini menjadi tujuan wisata santai yang sangat populer di Asia. Meski banyak pantai dan tempat wisata alamnya tidak begitu terkenal, ini merupakan tempat indah yang sempurna untuk bersantai dan melepaskan penat sehari-hari usai sibuk bekerja.

Dilansir dari Antara, ketika malam tiba, bar dan restoran di sekitar jalan Phet Kasem menjadi tempat ideal untuk menikmati musik rakyat Thailand atau mungkin permainan snooker yang dimainkan oleh para pemain lokal.

2. Seoul, Korea Selatan

Buat kalian yang ingin berlibur di Korea Selatan, ini adalah pilihan yang tepat. Jalan-jalan di Buam-dong menawarkan suasana tenang dengan kombinasi istimewa antara kafe modern yang elegan dan toko-toko yang menghadirkan nostalgia era 1960-an dan 70-an, seperti penggilingan padi tradisional dan salon potong rambut.

Baeksasil Valley yang menenangkan menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin melarikan diri dari hiruk-pikuk kota dan membenamkan diri dalam peristirahatan alami yang menyegarkan, dengan air yang masih alami dan hutan yang tetap terjaga.

Bagi para pecinta sastra, Seongbuk-dong merupakan tempat yang ideal untuk menjelajahi, tempat kediaman Hanok yang bersejarah bagi para penulis terkenal Korea sejak tahun 1930-an.

3. Kepulauan Perhentian, Malaysia

Kepulauan Perhentian adalah destinasi pantai klasik Malaysia di tepi Terengganu. Tempat ini menawarkan pesona tropis yang tenang, dengan air jernih yang berpadu dengan pasir halus. Perhentian Kecil dan Perhentian Besar merupakan tempat ideal untuk bersantai yang sempurna dan menikmati petualangan akuatik, seperti snorkeling dan menyelam di antara terumbu karang penuh warna yang memikat.

4. Tokyo, Jepang

Tokyo adalah kota yang begitu luas sehingga sulit untuk dieksplorasi dalam satu kali perjalanan. Rasakan pesona Tokyo layaknya penduduk lokal dengan menjelajahi beberapa lingkungan yang kurang begitu terkenal, seperti Shimokitazawa untuk berburu barang antik.

Ada juga Yanaka untuk menikmati suasana tradisional, dan Koenji yang bohemian untuk merasakan suasana musik alternatif dan punk rock. Sebagai penutup hari, nikmati koktail khas di salah satu gang kecil di Sangenjaya.

5. Kepulauan Siargao, Filipina

Kepulauan Siargao adalah permata yang tenang di lepas pantai Surigao del Norte. Tempat ini menjadi daya tarik bagi para wisatawan yang mencari pelarian dari kesibukan kehidupan perkotaan. Dikenal sebagai Surfing Capital of the Philippines, tempat surfing terkenal ‘Cloud 9’ yang menghadap ke lautan lepas, menarik para penggemar surfing dengan ombak terbaiknya sepanjang tahun.

Meskipun keterlepas dari ukurannya, Siargao menyimpan banyak keajaiban alam yang menarik untuk dinikmati. Kalian bisa menjelajahi pulau ini dengan menyewa sepeda motor, mengeksplorasi Magpupungko Rock Pools yang dipenuhi ukiran batu, dan merasakan atmosfir mistis Gua Hagukan yang bersinar di tengah kemegahan Sohoton Cove.

Sebulan pun terasa kurang untuk mengeksplorasi semua daya tarik petualangan yang ditawarkan Siargao. Sebab, selalu ada panggilan yang mengundang untuk kembali mengunjunginya.

6. Pekanbaru, Indonesia

Tak kalah jauh seperti di luar negeri, Pekanbaru menawarkan lokasi-lokasi indah seperti Danau Siak dan Danau Kayangan yang mengundang untuk hari yang santai di atas air. Kalian bisa menyewa perahu, berenang, hingga sekadar bersantai menikmati keindahan sekitarnya.

Di Kampung Bandar, gang-gang bersejarah dipenuhi dengan rumah-rumah kayu yang khas dan penduduk setempat yang ramah. Untuk mendapatkan pengalaman budaya, kompleks kuil Budha Muara Takus adalah tempat yang sempurna untuk merasakan suasana masa lalu yang kaya akan sejarah.

7. Kota Ho Chi Minh, Vietnam

Kota Ho Chi Minh menghadirkan energi dinamis yang dapat dinikmati dengan sepenuh hati. Cicipi kopi tradisional Vietnam, Ca Phe Sua Da, di pagi hari, sambil ikuti irama penduduk lokal.

Nikmati kekayaan budaya Vietnam dengan menjelajahi berbagai hidangan kaki lima yang nikmat, lalu istirahat sejenak dari keramaian dan mencari ketenangan di antara koleksi lebih dari seribu pohon di Tao Dan Park yang jadi salah satu taman tertua di kota ini.

Saigon menawarkan beragam pengalaman yang menarik, yang dapat dinikmati dengan mengeksplorasinya secara perlahan.

8. Ahmedabad, India

Ahmedabad mengajak para petualang untuk menyusuri jalur-jalur kota tua yang dipenuhi dengan havelis bergaya kolonial dan City Walls yang ikonik. Di tengah hiruk pikuknya, pasar Manek Chowk menawarkan cita rasa autentik, sementara tepian Sungai Sabarmati menjadi tempat pelipur lara yang menenangkan.

Kunjungan ke Ashram Sabarmati Gandhi dan Museum Tekstil Calico akan membawa para wisatawan untuk terhubung lebih dalam dengan sejarah kota ini, serta merasakan kekayaan warisan industri tekstil katun yang melimpah di daerah ini.

Itu dia beberapa tempat yang cocok untuk dijadikan slow travel, selamat berlibur!

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Distika Safara Setianda pada 18 May 2024

Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh Redaksi pada 21 Mei 2024

Editor: Redaksi Daerah

RELATED NEWS